Kamis, 28 Januari 2010

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera 3.000 km ( Aceh - Lampung )





'Tol Trans Sumatra sepanjang 3.000 km agar digarap BUMN khusus'

Pendirian proyek bisa rampung 2029

JAKARTA: Korea International Cooperation Agency (Koica) menyarankan jalan tol trans-Sumatra sepanjang 3.000 km dibangun oleh lembaga atau BUMN khusus.

Koica sudah melakukan studi kelayakan pembangunan jalan bebas hambatan trans-Sumatra sejak 20 Juli 2008. Hasil kajian dilakukan oleh Koica, The Korea Transport Institute, dan sejumlah perusahaan konstruksi asal Negeri Ginseng itu.

Project Manager Research Associated of Koica Jo Juan Hang mengatakan pembangunan jalan tol disarankan dilaksanakan oleh sebuah lembaga atau BUMN khusus yang dibentuk pemerintah.

Perusahaan swasta yang ingin berpartisipasi kemudian dapat bergabung membentuk satu konsorsium.

Perhitungan dan pembagian risiko investasi didasarkan pada paket kolektif tadi, untuk proyek jalan sepanjang 3.000 km.

Artinya, akan ada subsidi silang antara jalan tol yang menguntungan dan proyek yang dinilai merugi.

Skenario pembangunan jalan tol trans-Sumatra


Periode Ruas Panjang (km)
2010-2014 Babatan-Tanginenang 50
Indralaya-Palembang 22
Pekanbaru-Dumai 135
Tebing Tinggi-Binjai 76

2015-2019 Lampung-Palembang 358
Pekanbaru-Medan 548

2020-2024 Palembang-Pekanbaru 610
Pekanbaru-Padang 242

2025-2029 Medan-Aceh 460
Palembang-Bengkulu 303
Medan-Sibolga 175

Total panjang 2.979

Sumber: Koica dan Departemen PU, 2009

Hal ini untuk menghindari pembangunan jalan tol terputus di tengah jalan karena dinilai tidak layak secara finansial. Pembangunan proyek jalan tol juga disarankan tidak dibagi per seksi atau per ruas, tetapi ditender dalam satu paket jalan tol antarkota. "Model ini sudah dilakukan oleh negara-negara maju. Pembangunan jalan tol sebaiknya ditangani oleh satu lembaga khusus, namun diisi oleh berbagai perusahaan konsorsium. Ini lebih kompetitif dan efektif," katanya saat memaparkan hasil kajian proyek jalan tol Sumatra, kemarin.

Menurut dia, pekerjaan proyek jalan tol juga tidak menunggu lalu lintas padat dan perkembangan penduduk kota. Jalan tol justru harus dibangun sebelum kota berkembang pesat, sehingga perencanaannya tidak rumit, dan pembebasan lahan lebih mudah.

Dia mengklaim model pembangunan jalan tol ini sudah terbukti diterapkan di Korea Selatan dan menghemat biaya hingga 30% dari model konvensional.

Model pembangunan secara kolektif juga lebih memudahkan dalam mengatur lalu lintas, pembangunan gerbang tol, dan pintu keluar.

Hasil kajian itu menunjukkan pembangunan jalan tol Sumatra dibagi menjadi empat periode. Masing-masing periode terdiri dari 5 tahun.

Periode pertama pada 2010-2014 dimulai dari ruas jalan tol yang mempunyai pertumbuhan ekonomi bagus dan tingkat pengembalian investasi tinggi yaitu di Palembang dan Pekanbaru.

Kemudian secara bertahap dibangun dengan melanjutkan jalan tol ke kota-kota satelit. Dari kajian ini proyek jalan tol trans-Sumatra bisa rampung pada 2029.


Pelayanan publik

Dirjen Bina Marga Departemen PU Hermanto Dardak mengatakan akan mempertimbangkan dahulu usulan dan rekomendasi hasil studi dari Koica itu.

Dia menjelaskan pembangunan jalan tol merupakan pelayanan publik, sehingga prinsip-prinsip yang diterapkan menggunakan pendekatan publik. Namun, di Indonesia pembangunan jalan tol ini dicoba melibatkan pihak swasta sehingga harus masuk perhitungan profit yang layak.

"Di Korea Selatan biayanya lebih murah karena suku bunga di sana rendah, dan perbankan lebih percaya. Kemudian budaya pembangunan jalan tol juga menggunakan pendekatan pelayanan publik, jiwanya juga jiwa publik," katanya.

Menurut Hermanto, bisa saja pemerintah membangun dahulu jalan tol pada dua ruas dengan tingkat pengembalian investasi tinggi di Pekanbaru dan Palembang, kemudian ruas lainnya bisa mengajukan pinjaman ke Bank Dunia dan lembaga donor lain.

Direktur Bina Program Bina Marga Taufik Widjoyono mengemukakan rekomendasi dari Koica itu belum final, karena harus melalui kajian internal dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan Indonesia.

Menurut dia, jika pemerintah membangun dahulu, risiko investasinya memang lebih rendah, tetapi kemampuan keuangan APBN belum memungkinkan.

"Ini baru usulan dari Koica, nanti kami diskusikan secara internal. Ada yang menarik, sebenarnya membangun jalan memang harus lebih dini. Kalau di jalur pantura Jawa, jalan tol diserahkan kepada investor setelah terjadi kemacetan di jalur itu, sehingga mengalihkan arus lalu lintas itu biayanya sangat mahal," ujarnya.

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3252825
Thanks to Agan: Avangelino

4 komentar:

  1. Bagus nih infonya.. saya izin copas ya mas..

    BalasHapus
  2. bila proyek trans sumatra ini di percepat, saya yakin sumatra bisa mengalahkan kemajuan di pulau jawa...
    saya harap pemerintah lebih memprioritaskan pembangunan di luar pulau jawa, seperti di kalimantan, sulawesi, papua dan sumatra karena lebih berpotensi dan meningkatkan kemajuan secara merata. Ingat negara bisa maju bila transportasi dan infrastruktur jalan nya bagus..

    BalasHapus
  3. PT. Kesatuan Lebuhraya Indonesia Barat Tbk. (KLIB)

    Fasa 1:
    Banda Aceh - Medan (450 km)

    Fasa 2:
    Medan - Mandiri Pekanbaru (500 km)

    Fasa 3:
    Mandiri Pekanbaru - Jambi (600 km)

    Fasa 4:
    Jambi - Palembang (300 km)

    Fasa 5:
    Palembang - Bandar Lampung (350 km)

    Fasa 6:
    Bandar Lampung - Jakarta (250 km)

    Fasa 7:
    Jakarta - Semarang (350 km)

    Fasa 8:
    Semarang - Surabaya (250 km)

    Fasa 9:
    Surabaya - Denpasar (300 km)

    Total: 3350 km

    Nota: Lebuhraya (Jalan Tol) ini akan terkoneksi dengan Jambatan Selat Melaka (Dumai-Melaka, Malaysia), dan akan mempunyai dua jambatan panjang yang akan melintasi Selat Sunda dan juga Selat Bali. Lebuhraya ini akan berperanan menghubungkan tiga pulau terpenting di Indonesia iaitu Sumatera, Jawa dan Bali. Makanya itu, apaan sih mau diasing2nya trans sumatera itu sama trans jawa? Ayuh... Lekas pemerintah! Negara anda juga bisa maju seperti negara lain yang bakal mempunyai sebuah jaringan jalan tol yang terpanjang dan hebat! Jauhilah korupsi, maka tercapailah impian ini...

    BalasHapus
  4. loh, yang ke bengkulu mane?

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...